Skip to content

On the Verge of Thesis Deadline: 30-Days Challenge to Finish My Thesis

Satu tahun berlalu, wow!

Apa kabar tesisku?

 

Malu rasanya. 

Di tahun ketiga ini ternyata tesis saya belum bisa diselesaikan.

Alasannya? klise sih, tidak bisa membagi waktu untuk kerja dan kuliah.

Lebih tepatnya, saya lebih memilih untuk bekerja daripada mencicil tesis.

 

Kalau senang kerja, untuk apa ambil studi di saat yang bersamaan?

10% karena saat itu sedang dibuka program ikatan dinas di kampus.

90% karena seangkuhan saya yang merasa bisa fokus kuliah sambil kerja.

 

Jika tahu ternyata sesulit ini, tentu saya tidak akan mengambil program tersebut.

Tidak ada strategi bagaimana menyerap ilmu yang didapat pada saat kuliah.

Begitu juga dengan target kapan dan bagaimana menyelesaikan tesis.

Tidak ada persiapan apapun.

 

Jika diibaratkan sedang marathon, saya tidak menyiapkan bekal apapun, sebelumnya juga tidak minum. Hanya mulai berlari begitu saja. Di pertengahan saya mulai ambruk, jatuh tersungkur, dilewati pelari-pelari lain, kemudian ditinggalkan. Garis finish pun tidak terlihat, hanya jalan aspal yang panas terasa di kedua telapak tangan dan lutut ini.

 

Lelah? Pasti.

Sedih? Tentu.

Jadi, apakah saya menyesalinya?

Meskipun begitu, saya tidak ingin menyesali keputusan saya yang salah.

 

Kata dr. Jiemi Ardian, kalau tidak bisa mengendalikan realita, maka realita yang akan mengendalikan saya.

 

Satu tahun yang berlalu itu, bukan saya habiskan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Satu tahun yang berlalu itu, saya mencari nafkah, bersosialisasi, bersilaturahmi, beristirahat, dan juga mengobati luka batin.

Makanya saya tidak ingin menyesalinya, walaupun itu salah.

 

Saya hanya harus bertindak.

Saya sudah memulainya, jadi saya juga harus mengakhirnya.

 

Sekarang pertanyaannya, apakah tesis saya bisa diselesaikan hanya dalam waktu sebulan?

Saya harap menyelesaikan tesis dalam waktu satu bulan adalah hal yang bisa terjadi. 

Tidak tahu apakah akan berhasil, saya hanya perlu mencobanya.

Bismillah…

 

Karena itu, saya memutuskan untuk menantang diri.

Rencana saya adalah memposting dalam 30 hari berturut-turut, hal-hal yang dikerjakan, kejadian yang dialami, perasaan saya tentang challenge ini, dan perasaan yang muncul selama itu berlangsung.

 

Dan juga, pastikan untuk mengikuti postingan selanjutnya untuk terus men-update cerita saya tentang bagaimana satu bulan ini berdampak pada saya dan sensasi apa yang saya alami.